Rabu, 01 Agustus 2018

(Behind The Scene) Festival Kopi Bogor Jilid II

Image result for festival kopi bogor 2018


Salam Kopi Bogor,
Uh, sungguh melelahkan berjibaku sebulan penuh untuk mempersiapkan Festival Kopi Bogor Jilid 2.  Kami (Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor beserta EO 3P Management) mengundang para anggota kelompok tani dan pelaku usaha kopi di Jawa Barat agar berkenan mengisi stand festival.  Beberapa calon tenant berhalangan hadir karena akan menghadiri acara serupa di tempat berbeda.  Wuf, kalah start deh.   Seminggu sebelum Hari-H, kami berkerja hingga matahari menghilang dari peredarannya demi mewujudkan festival kopi nan spektakuler.


Kamis, 01 Februari 2018

Quos amor verus tenuit, tenebit



Karya Fiksi Fabina Lovers
Terkadang, hati yang tersakiti membuat seseorang kebal akan ketakutan. Ketakutan pada kemiskinan, hewan buas, setan, penjahat, bahkan kematian.  Hal ini terjadi pada Mareta.  Seorang gadis ringkih yang takut pada bayangannya sendiri, kini tengah berkendaraan seorang diri menembus pekatnya malam.   Bahkan ia mengarahkan mobilnya menuju jalan sepi di penghujung kota, tempat para bromocorah merencanakan rencana kejahatannya.

Kamis, 18 Januari 2018

Sekadar Curhat


Di sela-sela kesibukan kerja, saya sering bertukar-cerita dengan ibu boss yang pintar dan bijaksana.  Isi obrolan kami beragam, dari mulai masalah pekerjaan sampai hubungan pasutri (ehm).  Nah, kemarin ibu boss bercerita tentang perjuangan salah seorang sahabatnya dalam mempertahankan pernikahan.

Sobat ibu boss, anggap saja namanya Amel, adalah wanita karir nan berpenampilan gemilang.  Tidak seperti saya yang pulang-pergi kantor 'mbonceng' motornya suami (kebetulan lokasi kantor kami berdekatan), Bu Amel selalu mengendarai mobil model mutakhir kemana pun dia ingin pergi (eh, tapi kalau ke warung dekat rumah nggak pakai mobil kok).   Saat kehujanan di atas motor, saya sering membayangkan betapa nikmatnya punya fasilitas seperti Bu Amel.   Nggak kehujanan.  Tetap tampil cantik sampai sore karena kosmetiknya nggak luntur.   Apalagi nominal penghasilannya sampai 8 digit, sangat memungkinkan beliau untuk hangout di tempat-tempat mentereng sepulang kerja.  Sejujurnya, saya agak iri dengan Bu Amel.

Tapi, percakapan dengan ibu boss, meyakinkan saya bahwa penampilan fisik bukanlah tolak ukur kebahagiaan.  Ternyata Bu Amel pernah menghadapi masalah pelik dalam rumah tangganya.  Suaminya pernah mencintai wanita lain.  Sedemikian cinta hingga berniat menceraikan Bu Amel.  Tapi, Bu Amel 'keukeuh' nggak ingin bercerai.  Beliau bahkan rela dimadu demi keutuhan rumah tangganya.  Salut ya.   Untunglah suaminya insyaf, dan memutuskan kembali pada keluarga kecilnya.  Sekarang mereka mulai menguatkan kembali pondasi bangunan rumah tangga yang nyaris runtuh.

Sekian dulu curhat saya ya.  Ngomong-ngomong, pagi tadi  saya 'mbonceng' suami dengan mata berkaca-kaca lho.  Hati saya gerimis, penuh rasa syukur pada Yang Maha Pengasih, yang telah menganugerahi saya suami yang setia dan bertanggung -jawab selama dua puluh tahun terakhir ini.

Bogor,  18 Januari 2018

Kamis, 04 Januari 2018

Pantang Mengemis


Karya Non Fiksi Fabina Lovers

Sebagai penjual bantal keliling, Bapak Mudiarso (67 tahun) harus berjalan kaki sejauh 3 km demi mencari pembeli.  Lengan kanan beliau buntung (maaf), hingga beliau terpaksa menggunakan geliginya untuk mengemasi barang dagangan.  Segala jerih payah beliau didedikasikan bagi isteri dan 4 orang anaknya di kampung halaman.

Sabtu, 23 Desember 2017

Empat Wanita


Empat orang wanita bertemu di selasar Pengadilan Agama.  Berdasarkan kesamaan nasib, terjebak dalam pernikahan mencekam, mereka segera akrab.

Senin, 18 Desember 2017

Barista Kehidupan



Gadis bermata bening dan secangkir latte dalam genggamannya, menjadi pemandangan nan memikat hati Rindang, pramusaji yunior di Kafe Bumi.  Gerak- gerik gadis itu saat menghidu aroma kopi begitu gemulai, bagai penari serimpi di istana sultan.

Kamis, 31 Maret 2016

Fitrah


Fiksi by Fabina Lovers

Kamilah keluarga tikus paling bergaya.  Ibuku senantiasa menyelaraskan warna gaunnya  dengan warna mobil yang dikendarainya.  Bila ibuku bepergian dengan busana bernuansa ungu, mobilnya pun ungu.   Jumlah mobil kepunyaan ibu melebihi bilangan jemari, walaupun tak tergolong mobil mewah.  Ayahku lebih praktis, hanya memiliki sebuah mobil. Tapi, harga mobil ayah setara  gaji seratus orang guru  honorer SD selama sepuluh tahun.

Jumat, 25 Maret 2016

Cerbung : Rainbow (II-3)

Cerbung Fabina Lovers


Dor...terdengar suara letusan pistol.  Philip tersungkur di bibir kolam renang. Pria tampan itu sontak meraba pelipisnya. 

Kamis, 24 Maret 2016

Cerbung : Rainbow (II-2)

Cerbung Fabina Lovers

Philip Brandy memiliki tinggi 190 cm dan berat badan 80 kg.  Raut wajahnya mirip  Tom Cruise, aktor idola wanita dekade sembilan puluhan.  Hati wanita normal akan meleleh bila menatap sorot matanya yang teduh, apalagi bila sempat berbincang-bincang dengannya.  Philip berbicara layaknya alumnus perguruan tinggi terkemuka, dan berpenampilan ala kaum aristokrat Inggris.